Wednesday, 18 May 2011

Pengertian Firewall

Pengertian Firewall secara tradisional, firewall digunakan untuk melindungi satu unit bangunan dalam suatu bangunan multi-unit dari suatu kebakaran yang terjadi dari unit bangunan didekatnya. Harapannya adalah firewall tersebut untuk mengisolasi setiap unit bangunan dari suatu bencana kebakaran dari salah satu unit tetangga.
Sekarang ini di era digital pengertian firewall dalam suatu jaringan komputer digunakan untuk mengisolasi jaringan dan hosts kita dari bahaya yang ada pada tetangga kita. Firewall melindungi kita dari pemakaian resource jaringan kita tanpa authorisasi oleh entitas external. Sederhananya jika anda memasang firewall, maka anda akan dilindungi dari apa yang terjadi diluar anda. Dan firewall juga membantu anda melindungi dan menjaga apa yang terjadi didalam jangan sampai keluar.
Kenapa anda ingin dilindungi? Kalau kita menengok kebelakang tentang prinsip keamanan adalah – Confidentiality, Integrity, dan availability (yang biasa disebut sebagai segitiga CIA) – maka anda harus menindaklanjuti temuan resiko yang telah anda indentifikasikan. Dengan ini maka pengertian firewall adalah perlunya jaringan private anda suatu perlindungan dari segala ancaman dari internet, dari dunia yang penuh dengan ancaman yang menakutkan. Firewall juga bisa digunakan untuk melindungi hosts tertentu yang dipilih dari hosts lain pada jaringan anda. Ancaman dari dalam juga masih nyata dan firewall bisa membantu melindungi hal itu juga.
Bagamana sebuah firewall melindungi anda? Pengertian firewall dalam bentuk yang sederhana, sebuah firewall memeriksa permintaan komunikasi anda (traffic jaringan) dan memutuskan, berdasarkan rule yang sudah anda definisikan kedalam firewall apa yang boleh dan apa yang tidak boleh lewat. Diatas kertas fungsi memang segampang itu, akan tetapi dalam kenyataannya kekompleksan timbul dalam mencapai tujuan ini. Dan setiap method mempunyai kekuatan dan kelemahan nya masing-2.
External Firewall Dengan Dua DMZ
External Firewall Dengan Dua DMZ
Perhatikan diagram firewall diatas ini. Firewall sudah didesign agar traffic dari internet hanya boleh lewat hanya untuk protocol WEB (tcp=80) saja untuk bisa mengakses ke Web server yang ada di DMZ2. Seentara inbound internet tidak boleh masuk ke DMZ1 dimana SQL server berada. Traffic dari internet tidak boleh masuk ke server SQL, SQL hanya boleh diakses oleh WEB server dan sebaliknya.
Secara tradisional, corporate mengimplementasikan firewall hanya pada perimeter dari suatu jaringan – yaitu di ujung jaringan yang menghadap langsung kepada dunia luar alias Internet. Akan tetapi jaringan tradisional ini telah berubah. User di rumah terhubung dengan koneksi Internet kecepatan tinggi (Broadband) seperti Cable dan DSL, dan data sensitive dan critical disimpan didalam hard sik local komputer. perubahan ini sering memerlukan adanya suatu perlindungan local host dengan software firewall nya sendiri. Dan disinilah sebuah personal firewall mengambil peran.
Apa yang dilakukan firewall?
Seperti disebut didepan, sebuah firewall melindungi anda dari kegiatan dan ancaman dari lainnya. Umumnya kita biasa membatasi dari remote users dan system. Dari segi prespective teknis, sebuah firewall merupakan pertemuan traffic dari jaringan menuju atau dari jaringan lainnya dan melewatkan nya hanya jika sesuai dengan yang didefinisikan dalam rule base firewall tersebut. lihat artikel standard external firewall.
Kapan firewall diperlukan?
Firewall diperlukan jika anda perlu melindungi resources pada suatu host tertentu atau jaringan tertentu dari akses oleh remote users. Kita bisa mengunci komputer kita untuk tidak menerima koneksi masuk dengan cara memeriksa secara hari-hati setiap applikasi dan menyetop services / layanan yang tidak perlu. Hal ini mudah secara teori akan tetapi dalam praktiknya agak report tanpa mengorbankan layanan2 yang sangat perlu tetap berfungsi. Sebagai akibatnya, suatu personal firewall dapat mengijinkan anda untuk menjalankan applikasi seperti apa adanya seperti saat di install dan mengandalkan firewall untuk mem-blok koneksi yang masuk.
Pada jaringan kecil, terkadang anda perlu melindungi jaringan secara keseluruhan melalui sebuah host gateway tunggal dengan software personal firewall terinstall didalamnya. Beberapa products bahkan dapat membatasi akses ke resources internet oleh user, memberikan kendali peruh terhadap kemampuan akses user anda ke berbagai layanan remote. Anda pelu memastikan bahwa putra-putri anda yang berumur dibawah 16 tahun tidak bisa mengakses atau download ke berbagai situs tertentu sementara anda sendiri bisa melakukannya. Fitur parents control ini biasa terdapat pada hampir wireless router terbaru saat ini misal WRT610N Linksys atau DIR-855 D-Link.
Adalah firewall sangat diperlukan untuk melindungi segala jaringan dari para pendatang. Personal firewall adalah sangat berguna jika anda perlu melindungi beberapa hosts, sebuah PC, atau sebagai supplemen dari perlindungan perimeter dari sebuah firewall.
Dimana Firewall Digunakan?
Pada jaringan corporate yang besar, firewall digunakan pada gateway internet – pintu gerbang masuknya internet kedalam jaringan private corporate. Firewall bisa juga digunakan untuk mengisolasi workgroup yang berbeda bahkan jaringan corporasi antar business unit bisa memakai internal firewall walaupun tidak dianjurkan jika bisa menghambat layanan corporate penting lainnya seperti email corporate atau Active directory.
Pada skala yang lebih kecil, personal firewall digunakan pada laptop atau PC untuk memberikan perlindungan jika mereka koneksi ke jaringan yang tidak terlindungi dengan baik seperti layanan hotspot di hotel, café, bandara dan lain2. Check perlindungan saat di hostspot. ISP umumnya tidak memberikan layanan proteksi kepada pelanggan mereka, sehingga anda bertanggungjawab terhadap perlindungan anda sendiri. Dalam suatu organisasi dalam jaringan, pilihlah laptop / PC yang sangat sensitive dengan personal firewall juga hanya jika perlu dan urgent.
Siapa yang memerlukan Firewall?
Ada banyak tempat dimana sutau personal firewall diperlukan
  • Home user, khususnya yang mempunyai koneksi selalu On kepada internet.
  • User coporate dengan laptop, jika laptops digunakan untuk koneksi remote kepada corporate melalui jaringan internet – melalui koneksi VPN. Jika koneksi laptop ke corporate melalui dial-up resikonya kecil, akan tetapi jika melalui jaringan Internet broadband adalah sangat riskan tanpa personal firewall.
  • Corporate hosts yang mempunyai data sangat sensitive alias confidential dalam internal hard disk. Perlu diingat bahwa user internal dalam jaringan anda suka iseng mencoba menembus akses ke PC yang dianggap menyimpan data confidential. Firewall yang ada di perimeter corporate anda tidak bisa menghadapi akses oleh internal macam ini. Perimeter firewall hanya untuk menghadapi serangan dari internet, tidak untuk ancaman dari internal sendiri yang justru sering lebih berbahaya karena sudah berada didalam jaringan private anda.
Jika anda ingin koneksi ke suatu jaringan, anda menghadapi resiko. Jika ini adalah jaringan dirumah anda, anda bisa mengendalikannya. Akan tetapi jika koneksi ke internet akan banyak compromi jarngan. Anda tidak pernah tahu siapa yang akan mencoba koneksi ke computer anda di internet. Untuk itulah anda membutuhkan personal firewall di rumah.

Printer Jaringan

Printer jaringan adalah salah satu elemen penting dalam suatu jaringan computer, baik jaringan berskala kecil seperti workgroup, jaringan business dan enterprise. Dalam skala jaringan business dan enterprise, membuat dan memaintain printer jaringan adalah salah satu tugas yang sangat penting buat seorang administrator jaringan.
Dalam system Windows, kita bisa membuat Printer jaringan pada Windows workgroup maupun Printer jaringan pada infrastructure Windows server 2000/2003 atau yang lebih baru. Pada jaringan komputer di rumahan yang menggunakan wireless routers (seperti dengan router WRT610N atau DIR-855 D-Link) umumnya system jaringan menggunakan jaringan Windows workgroup yang memungkinkan kita berbagi koneksi broadband Internet (seperti Speedy), berbagi file atau dokumen, music, video, photo dan lainnya dengan beberapa komputer di rumah.
Secara tradisional, printer jaringan dikoneksi kan pada komputer lewat port parallel ataupun lewat port USB, kemudian printer tersebut di konfigurasi menjadi share printer sehingga beberapa user pada jaringan bisa mengaksesnya secara sharing. Bagaimana membuat suatu printer jaringan sehingga bisa diakses oleh beberapa komputer pada jaringan?
Jaringan Windows Workgroup
Diagram jaringan printer sederhana - workgroupPada jaringan Windows workgroup, sebaiknya semua komputer yang ada pada jaringan tersebut dibuat dalam satu Workgroup yang sama, misalkan saja nama workgroupnya = WORKGROUP (biasanya default setelah instalasi Windows workgroup name = WORKGROUP) atau nama workgroup lainnya misal “ST12”.
Pada diagram jaringan sederhana diatas ini, printer jaringan LaserJet dikoneksikan kepada komputer Peterpan. Komputer Peterpan ini selanjutnya disebut sebagai Print Server, jadi agar printer jaringan LaserJet bisa diakses oleh komputer lain maka komputer Peterpan (sebagai print server) harus tetap dihidupkan.
Walaupun komputer Peterpan masih bisa dipakai untuk bekerja, komputer ini tidak boleh dimatikan jika printernya harus tetap bisa diakses oleh komputer lain pada jaringan. Untungnya sekarang ini sudah banyak dijual dipasaran perangkat Print Server baik yang untuk jaringan kabel maupun untuk jaringan wireless. Sebut saja WPSM54G Linksys Print Server, atau WGPS606 dari Netgear (2 USB printer) keduanya adalah wireless print server.
Printer jaringan pada Windows baik workgroup maupun Windows server infrastructure dapat mendukung dua jenis printer yang direpresentasikan pada Print Server sebagai logical printer:
  1. Printer yang terhubung local, printer jaringan ini terhubung kepada port fisik pada print server yaitu pada umumnya port USB atau parallel.
  2. Printer yang terhubung secara jaringan, printer ini terhubung pada jaringan menggunakan protocol TCP/IP ketimbang terhubung langsung kepada port fisik.
Pada Windows, setiap jenis printer di representasikan pada print server sebagai sebuah printer logical. Printer logical mendefinisikan karakter dan pola dari printer termasuk driver, setting printer, default setting printer, dan property lainnya yang mengendalikan cara bagaimana printer tersebut memproses print job dan dikirim kepada printer yang dipilih.
Ada dua cara meng-implementasikan printer jaringan kepada printer yang terhubung pada jaringan.
  1. Logical printer di install pada semua computer clients, dan menghubungkan logical printer tersebut langsung kepada printer yang terhubung pada jaringan. Tidak ada print-server dalam model ini, setiap computer memelihara sendiri setting, print processor, print queue, semua print job diproses pada komputer local disisi user ketimbang harus di offload kepada print-server.
  2. Model three-part yang terdiri dari fisik printer itu sendiri, logical printer yang di host pada printer server itu, dan printer clients yang terhubung kepada server printer logical.
Artikel ini akan focus kepada model kedua ini – model three-part, walaupun konsep dan skill yang dibutuhkan bisa dipakai pada konfigurasi printer lainnya.
Ada banyak keuntungan dalam printer jaringan menggunakan print server:
  • Logical printer pada print-server mendifinisikan setting printer dan me-manage printer driver.
  • Logical printer menghasilkan sebuah print queue (antrian) yang bisa dilihat pada semua clients, jadi user bisa melihat kemana queue print job bersamaan dengan dari print-job user lainnya pada list antrian. Jika salah satu print pertama belum selesai, maka antrian yang ada akan menunggu sampai selesai
  • Pesan error, seperti kertas habis, kertas macet (jam), bisa terlihat oleh semua clients, jadi semua pada mengetahui status dari logical printer tersebut.
  • Karena sifat print-server dimana semua applikasi, print-job processing, dan driver di offload kepada server, maka performa dari clients menjadi lebih responsive. Dengan kata lain jika user meng-klik Print, maka print-job dikirim langsung kepada print-server dan user bisa melanjutkan kerjanya pada komputer clients tersebut sementara print-server mem-proses print jobs.
  • Fungsi security, auditing, monitoring, dan logging terpusat.
Install Printer Jaringan pada Windows Server

Setup printer jaringan pada windows dapat di manage melalui folder Printers and Faxes menggunakan Add Printer Wizard dimana wizard ini akan membimbing anda dalam instalasi printer jaringan. Dalam wizard ini anda akan menghadapi dua pilihan kritis yaitu Local atau Network Printer seperti pada gambar berikut ini:
local proonter dan network printer wizard
Istilah local printer dan Network Printer mempunyai arti yang sedikit berbeda. Sebuah Local printer adalah logical printer yang mendukung sebuah printer terhubung langsung kepada server atau sebuah printer stand-alone yang terhubung pada jaringan (lewat hardware print-server atau printer yang mempunyai port NIC dengan IP address).
Jika anda klik “Local Printer Attached to This Computer”, maka server dapat memberikan share printer kepada clients lainnya pada jaringan. Disisi lain, sebuah network printer adalah logical printer yang menghubungkan kepada sebuah printer yang menempel langsung kepada computer lainnya atau sebuah printer yang di manage oleh print server.
Perlu diingat bahwa, pada implementasi print server pada umumnya, print server akan menghosting local printer (baik hardware printer terhubung langsung kepada komputer atau terhubung kepada jaringan) dan workstation akan membuat printer terhubung kepada logical printer yang di share pada server.
Memilih Printer Port
Saat local printer dibuat pada print server, maka Printer Wizard akan menampilkan kepada anda untuk menspesifikasikan port kepada printer yang akan dikoneksikan. Jika port tersebut sudah ada, maka bisa dipilih pada daftar menu drop-down Use the Following Port. Jika port tidak ada dalam list, maka anda bisa membuat port baru dengan meng-klik Create a new Port, pilih standard TCP/IP port dan klik Next. Maka muncul wizard Add Standard TCP/IP Printer Port. Klik Next maka akan menampilkan kepada anda IP address atau nama printer dalam DNS anda. Setelah port ditambahkan, maka kembali kepada Wizard Add Printer.
Menambah printer port

Saat anda memilih IP address dan mengetiknya, maka pada Port Name akan muncul IP address yang anda ketik didahului oleh IP_ sebagai default name nya. Anda bisa menggantinya, akan tetapi ada baiknya mengikutsertakan IP address sebagai nama port untuk mempermudah maintain jika anda mempunyai banyak printer di site anda.
Install Software Printer Jaringan
Umumnya system akan mendeteksi segala jenis piranti Plug and Play, akan tetapi jika system tidak mendeteksinya – berarti system tidak akan menginstall printer jaringan secara automatis, pilih menurut pabrik pembuat printernya. Jika printer tidak ada dalam daftar, maka gunakan software (driver) bawaan dari printer dengan meng-klik Have Disk dan install printer dari driver bawaan dari pabrik printer tersebut.
Nama Printer dan Nama Share
Langkah selanjutnya dalam instalasi printer jaringan adalah memberi nama printer dan juga nama share dari printer jaringan tersebut. Usahakan namanya sederhana dan pendek tapi bermakna menurut standard konfigurasi business anda yang mengikutsertakan nama sever dan nama logical printer dimana printer tersebut berada, misalkan \\HRD-Server01\PSHRD01. print server nya bernama HRD-Server01 yang terletak di gedung HRD dan nama printernya adaah PSHRD01.
Menghubungkan Client komputer ke Printer Jaringan
Printer jaringan yang telah di setup sebagai logical printer pada print-server dapat di share kepada system lain pada jaringan. System tersebut memerlukan logical printer yang mewakili printer jaringan.
Pada wizard Add Printer pada pilihan Local atau Network Printer pilih “A Network Printer or a Printer Attached to Another Computer”. Saat pada halaman pertanyaan nama printer, anda bisa search di Active directory, atau ketikkan nama menurut aturan Universal Naming Convention (UNC) misalkan \\Server\Printersharename (contoh diatas \\HRD-Server01\PSHRD01).
Menambah logical printer ke clients
Anda juga bisa melakukan pilihan Browse for a printer maka akan ada pilihan printer yang sudah tersedia untuk di share.
Jika dalam Windows 2003, salah satu cara lain adalah dengan setup printer clients dengan search printer kepada Active Directory. Pada Specify a Printer pada wizard Add Printer, pilih “Find a Printer in the Directory” dan click Next. Akan muncul kotak dialog Find Printers dan anda bisa memasukkan criteria yang dari nama printer tersebut, lokasi printer, model, dan features. Tentunya data ini adalah data yang dimasukkan pada Active Directory. Klik Find Now dan hasilnya akan ditampilkan sesuai criteria pilihan anda. Wizard selanjutnya melangkah ke opsi2 konfigurasi.
Cara lain jika anda menggunakan Windows (XP. Vista, 2003) dan anda juga mengetahui nama print server (misal pada contoh diatas adalah \\HRD-Server01\) dapat dilakukan dengan menggunakan Start menu dan pilih run (shortcut tekan tombol Windows dan huruf R bersamaan) terus ketikkan nama print-server (\\HRD-Server01\) dan OK. Maka akan muncul pilihan printer sharing yang tersedia, pilih printer yang ingin dipakai dan klik kanan selanjutnya pilih Connect.
Semoga bermanfa’at